Belajar Java Class Dan Objek

Pemrograman berorientasi objek  merupakan pemrogaman yang melibatkan objek. Objek tersebut di hasilkan dari class. Jadi class itu bisa dikatakan sebagai template, cetak biru atau bahkan kontrak yang menetapkan data field atau method dari objek tersebut.

OOP


Sementara itu, objek itu sendiri memiliki:
  • Identitas yang unik
  • State atau properties atau atribut yang direpresentasikan oleh data field dengan nilai tertentu.
  • Perilaku atau aksi yang bisa ditetapkan dengan method.
Hubungan antara class dan objek adalah seperti resep membuat roti cokelat dan roti cokelat itu sendiri sebagai bentuk konkritnya, dan anda dapat membuat sebanyak apapun roti cokelat dari satu buah resep.

Lihat contoh di bawah ini:

public class PersegiPanjang {

}


Dikarenakan class merupakan cetak biru atau template, maka kita bisa membuat objek persegi panjang dari class PersegiPanjang yang memiliki atribut dan kemampuan atau method seperti pada class Persegi Panjang. Berapa banyak objek yang bisa dibuat? Sebanyak apapun yang anda mau.

Sekarang coba pikirkan apa yang dimiliki oleh persegi panjang, yang mudah saja, misalnya persegi panjang itu memiliki panjang dan lebar dengan nilai tertentu. Maka nilai ini disebut dengan state atau properties atau atribut yang direpresentasikan oleh data field.

Contoh:

public class PersegiPanjang {

double panjang = 12.5; //ini adalah data field
double lebar = 8.7; //ini adalah data field


}

Kemudian, apa yang bisa dilakukan oleh objek persegi panjang? Misalnya objek persegi panjang nantinya bisa menghitung luas dan menghitung keliling, ini merupakan aksi atau perilaku atau method.

Lihat contoh di bawah ini:
public class PersegiPanjang {

double panjang = 12.5; //ini adalah data field
double lebar = 8.7; //ini adalah data field

//Method untuk menghitung luas 
void hitungLuas(){
        double luas = panjang * lebar;
        System.out.println("Luas persegi panjang adalah: " + luas);
      
    }
  

 //Method untuk menghitung keliling
 void hitungKeliling(){
        double keliling = 2 * panjang + 2 * lebar;
        System.out.println("Keliling persegi panjang adalah: " + keliling);
      
    }


}


Ok, jadi nanti objek yang dibuat atau istilahnya instance memiliki data field dan dapat menggunakan method yang ada pada class PersegiPanjang.

Lantas bagaimana cara membuat atau istilahnya instantiantion suatu objek?

Mudah saja, yaitu dengan menggunakan operator new:

PersegiPanjang persegiPanjang = new PersegiPanjang();

persegiPanjang adalah variabel referensi objek, jadi bisa dibilang seperti remote control, untuk mengendalikan objek. Terus berada di mana objeknya? Objek dalam Java berada di suatu tempat yang disebut dengan heap.

Terus bagaimana anda mengendalikan objek menggunakan variabel referensi objek atau remote control agar objek tersebut melakukan apa yang kita mau? Mudah saja, gunakan tanda titik atau operator dot.

Misalkan anda ingin agar objek tersebut bisa menghitung luas dan keliling persegi panjang, maka bisa di tulis:

persegiPanjang.hitungLuas();
persegiPanjang.hitungKeliling();

Satu class lagi dibuat untuk menguji objek tersebut yang dinamakan misalnya class TesPersegiPanjang yang memiliki main method untuk menjalankan program.

Contoh program lengkap:

Read More
Menentukan tahun kabisat

Program simpel menetukan tahun kabisat dengan Java

Memahami Array 3 Dimensi Pada Java

Array 3 dimensi merupakan array yang terdiri dari suatu array 2 dimensi.

Misalkan 3 orang siswa mengikuti 5 kali ujian, dan masing-masing ujian tersebut terdiri dari soal pilihan ganda dan essay, dengan kata lain setiap ujian memiliki 2 nilai.

Maka, anda bisa menuliskan syntaxnya dengan:

double [][][] nilai = new double [3][5][2];


Untuk lebih jelasnya lihat contoh gambar tabel di bawah ini:



Dari tabel di atas, anda bisa membuat dan menginisialisasi array secara langsung dengan:

Menampilkan Array Tiga Dimensi

Untuk menampilkan array tiga dimensi, maka anda memerlukan tiga buah loop, dalam bentuk nested for loop, misalkan anda akan menampilkan array tiga dimensi di atas.

Lihat contoh program di bawah ini:


Sekarang misalnya Anda ingin mencari nilai rata-rata dari setiap ujian:
Berikut ini misalkan anda ingin menginisialisasi array berdasarkan input dari user, dan setiap ujian terdiri dari dua nilai, yaitu pilihan ganda dan essay.
Semoga bisa menambah pengetahuan anda mengenai array tiga dimensi.
Read More

Program Java Dasar: Menghitung Jumlah Jawaban Ujian Siswa

Halo gan, bagaimana kalo kita belajar membuat program Java sederhana, yang di dalamnya mencakup array satu dimensi, array dua dimensi, while loop, for loop, void method dan return method. Pasti seru ya. Full of logic here, I promise you 😄.

Padahal bahasannya sampai saat ini belum sampai sama sekali ke class dan objek..

Tapi ndak apa-apa, toh dengan pondasi yang kuat maka bangunan akan kokoh.

Translate: Untuk pemrograman sangat penting memahami dasar-dasarnya.

Ok, programnya adalah untuk menentukan jumlah berapa jawaban yang benar dari hasil ujian siswa.

Misalkan:

Ada beberapa siswa yang mengikuti ujian dengan soal pilihan berganda, pilihannya yaitu A, B, C, D, E. Kemudian anda diminta untuk membuat program untuk menghitung berapa jumlah soal yang benar yang di jawab oleh masing-masing siswa.

Program ini harus :
  • Bisa menerima input dari user mengenai jumlah siswa yang mengikuti ujian dan input dari jumlah soal ujian yang dikerjakan.
  • Bisa menghitung jumlah jawaban yang benar untuk tiap siswa yang mengikuti ujian
Mudahkan?

Terus bagaimana langkah-langkahnya?

belajar_program_java_sederhana


Oke deh, langsung praktek.

Perhatikan kode di bawah ini:

 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
import java.util.Scanner;

public class NilaiSiswaJava {
 
 public static void main (String args []){
  
  
 }
 
 public static char [][] buatArray2D(){ 
  
  Scanner input = new Scanner(System.in);
  System.out.print("Berapa jumlah siswa yang "
    + "mengikuti ujian ? ");
    int jumlahSiswa = input.nextInt();
  
  System.out.print("Berapa soal yang diberikan ? ");
    int jumlahSoal = input.nextInt();
    
  char [][] jawabanSiswa  = new char [jumlahSiswa][jumlahSoal];
  
  
  System.out.println("Masukkan jawaban siswa: ");
  
  for (int i = 0; i < jawabanSiswa.length; i ++){
   for (int j = 0; j < jawabanSiswa[i].length; j++){
    jawabanSiswa[i][j] = input.next().charAt(0);
   }
  }
  
  return jawabanSiswa;
 }

}

Oke, kita lihat kode di atas dulu.

Pada line 10, method buatArray2D(), method ini akan mengembalikan array dua dimensi yang berisi jawaban dari para siswa. Karena array dua dimensi itu terdiri dari baris dan kolom, maka kita akan meminta user untuk memasukkan berapa jumlah siswa yang  mengikuti ujian sebagai baris dan jumlah nomor soal bisa dibuat sebagai kolom.

Dengan menggunakan class Scanner, maka anda bisa menyimpan input yang diberikan oleh user kedalam array dua dimensi tersebut berupa jumlah siswa yang ikut ujian dan jumlah nomor soal yang diberikan.

Setelah menerima input, anda bisa membuat array dua dimensi, seperti pada kode di atas, line 20:

char jawabanSiswa [] [] =  new char [jumlahSiswa] [jumlahSoal];

jumlahSiswa merupakan variabel yang sudah diinisialisasi oleh user untuk menentukan banyaknya baris array, dan jumlahSoal untuk menentukan banyaknya kolom.

Setelah anda mengetahui jumlah elemen untuk array jawaban siswa, maka anda bisa memasukkan jawaban para siswa tersebut kedalam array jawabanSiswa, dengan cara apa? Anda bisa gunakan for loop, untuk lebih jelasnya coba lihat line 25 sampai 29 di atas.

Lanjut pada kode di bawah ini:

 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
import java.util.Scanner;

public class NilaiSiswaJava {
 
 static int jumlahSoalKu;
 
 public static void main (String args []){
  
  
 }
 
 public static char [][] buatArray2D(){ 
  
  Scanner input = new Scanner(System.in);
  System.out.print("Berapa jumlah siswa yang "
    + "mengikuti ujian ? ");
    int jumlahSiswa = input.nextInt();
    
    
  
  System.out.print("Berapa soal yang diberikan ? ");
    int jumlahSoal = input.nextInt();
    
    
    
    jumlahSoalKu = jumlahSoal;
    
  char [][] jawabanSiswa  = new char [jumlahSiswa][jumlahSoal];
  
  
  System.out.println("Masukkan jawaban siswa: ");
  
  
  for (int i = 0; i < jawabanSiswa.length; i ++){
   for (int j = 0; j < jawabanSiswa[i].length; j++){
    jawabanSiswa[i][j] = input.next().charAt(0);
   }
  }
  
  return jawabanSiswa;
 }
 
 
 public static char [] buatKunciJawaban(){
  
  char [] kunciJawaban = new char [jumlahSoalKu];
  
  int jumlahSoalAwal = 1;
  int i = 0;
  
  while((jumlahSoalAwal <= jumlahSoalKu) && (i < kunciJawaban.length)){
   Scanner input = new Scanner (System.in);
   System.out.print( "Masukkan kunci jawaban nomor " 
       + (jumlahSoalAwal) + ": " );
   char jawaban = input.next().charAt(0);
   jumlahSoalAwal+=1;
   kunciJawaban[i] = jawaban;
   i+=1;
  }
  return kunciJawaban;
 }
}

Sekarang anda bisa membuat method untuk membuat array biasa, untuk menampung kunci jawaban yang diberikan oleh user. Seperti pada line 44 di atas, kita menggunakan method buatKunciJawaban().

Berapa banyak kunci jawaban yang diperlukan? Tentu saja harus sama banyak dengan jumlah nomor soal yang diberikan. Misalnya soal ujiannya 5 nomor, kunci jawabannya tentunya ada 5 juga. Oleh karena itu anda harus bisa mengambil nilai dari variabel jumlahSoal yang ada pada method buatArray2D(), untuk menentukan jumlah elemen pada array kunciJawaban, perhatikan line 46.

Ingatlah mengenai ruang lingkup variabel. Jadi anda untuk mengakalinya anda bisa membuat variabel static, lihat pada line no. 5:

static int jumlahSoalKu;

Kemudian nilai dari variabel jumlahSoal akan ditetapkan pada variabel jumlahSoalKu, lihat line no. 26 :
jumlahSoalKu = jumlahSoal;

Baru deh anda bisa tetapkan pada array kunciJawaban, lihat line 46 :
char [] kunciJawaban = new char [jumlahSoalKu];

Untuk memasukkan elemen yang berupa kunci jawaban dari user ke dalam array, di sini saya menggunakan while loop.  Lihat line 51 - 59. Mungkin anda bisa menggunakan cara lain yang lebih efisien .

Oke kita lanjut pada penampakan full berikutnya:


 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
import java.util.Scanner;

public class NilaiSiswaJava {
 
 static int jumlahSoalKu;
 static char [] kunciJawabanKu;
 
 public static void main(String args []){
  
  char [][] jawabanUjian = buatArray2D();
  char [] kunciJawabanUjian = buatKunciJawaban();
  hitungJawabanSiswa(jawabanUjian);
  
  
  System.out.println("Array 2D dari jawaban ujian adalah " 
       + java.util.Arrays.deepToString(jawabanUjian));
  
  System.out.println("Array 1D dari kunci jawaban adalah "  + 
       java.util.Arrays.toString(kunciJawabanUjian));
 }
 
 public static char [][] buatArray2D(){ 
  
  Scanner input = new Scanner(System.in);
  System.out.print("Berapa jumlah siswa yang "
    + "mengikuti ujian ? ");
    int jumlahSiswa = input.nextInt();
    
    if(jumlahSiswa<=0){
     System.out.print("Tidak ada siswa yang ikut ujian!, Libur kali!");
     System.exit(0);
    } 
  
  System.out.print("Berapa soal yang diberikan ? ");
    int jumlahSoal = input.nextInt();
    
    if(jumlahSoal<=0){
     System.out.print("Tidak ada soal yang diberikan, ujian tidak jadi!");
     System.exit(0);
    }
  
    
    jumlahSoalKu = jumlahSoal;
    
  char [][] jawabanSiswa  = new char [jumlahSiswa][jumlahSoal];
  
  
  System.out.println("Masukkan jawaban siswa: ");
  
  
  for (int i = 0; i < jawabanSiswa.length; i ++){
   for (int j = 0; j < jawabanSiswa[i].length; j++){
    jawabanSiswa[i][j] = input.next().charAt(0);
   }
  }
  
  return jawabanSiswa;
 }
 
 
 public static char [] buatKunciJawaban(){
  
  char [] kunciJawaban = new char [jumlahSoalKu];
  kunciJawabanKu = kunciJawaban;
  
  int jumlahSoalAwal = 1;
  int i = 0;
  
  while((jumlahSoalAwal <= jumlahSoalKu) && (i < kunciJawaban.length)){
   Scanner input = new Scanner (System.in);
   System.out.print( "Masukkan kunci jawaban nomor " 
       + (jumlahSoalAwal) + ": " );
   char jawaban = input.next().charAt(0);
   jumlahSoalAwal+=1;
   kunciJawaban[i] = jawaban;
   i+=1;
  }
  return kunciJawaban;
 }
 
 
 public static void hitungJawabanSiswa (char [][]jawabanSiswa){
  for (int i = 0; i < jawabanSiswa.length; i++){
   int jumlahJawabanBenar = 0;
   for (int j = 0; j < jawabanSiswa[i].length; j++){
    
    if(jawabanSiswa[i][j] == kunciJawabanKu[j]){
     jumlahJawabanBenar++;
    }
   }
   
   System.out.println("Siswa nomor " + (i+1)
     + " berhasil menjawab dengan benar " + 
     jumlahJawabanBenar +" soal");
  }
  
 }
}

Perhatikan pada line 82, disini digunakan method void, dengan parameter adalah array dua dimensi dengan tipe char. Anda bisa lihat method hitungJawabanSiswa (char [] [] jawabanSiswa), jadi method ini akan melewatkan atau passing nilai dari array dua dimensi.

Method ini akan membandingkan array dua dimensi dari jawaban hasil ujian para siswa dengan kunci jawaban.

Lihat kode pada line 6:

static char kunciJawabanKu[];

Lihat kode pada line 64:

kunciJawabanKu = kunciJawaban;

Kemudian lihat kode pada line 87

if(jawabanSiswa[i][j] == kunciJawabanKu[j])

Saya rasa agan semua sudah mengerti maksudnya. Ya, kita membandingkan array dua dimensi dan satu dimensi.

Kemudian lihat kode pada line 10-12:
char [][] jawabanUjian = buatArray2D();
char [] kunciJawabanUjian = buatKunciJawaban();

Disini array yang dibuat dengan method buatArray2D() dan method buatKunciJawaban() ditetapkan pada variabel referensi yaitu jawabanUjian dan kunciJawabanUjian.

Lanjut lihat line 13:
hitungJawabanSiswa(jawabanUjian);

Method ini akan menghitung jumlah jawaban siswa yang benar.

Sementara itu line 15-19 akan menampilkan array dua dimensi dari jawaban para siswa dan array satu dimensi dari kunci jawabannya.

Kalau line 30-33 dan 38-41, adalah untuk menghentikan program, sebagai tambahan saja sebenarnya, yang terpenting sih pemahaman mengenai array, method, loop, dan variabel dulu.

Contoh output:
Berapa jumlah siswa yang mengikuti ujian ? 3
Berapa soal yang diberikan ? 5
Masukkan jawaban siswa:
a
c
b
a
d
e
d
b
c
a
b
a
e
c
b
Masukkan kunci jawaban nomor 1: a
Masukkan kunci jawaban nomor 2: c
Masukkan kunci jawaban nomor 3: e
Masukkan kunci jawaban nomor 4: d
Masukkan kunci jawaban nomor 5: b
Siswa nomor 1 berhasil menjawab dengan benar 2 soal
Siswa nomor 2 berhasil menjawab dengan benar 0 soal
Siswa nomor 3 berhasil menjawab dengan benar 2 soal
Array 2D dari jawaban ujian adalah [[a, c, b, a, d], [e, d, b, c, a], [b, a, e, c, b]]
Array 1D dari kunci jawaban adalah [a, c, e, d, b]

Oke, semoga program sederhana ini bisa membantu pemahaman mengenai pemrograman Java, terutama bagi pemula. Mohon di share jika dirasa bermanfaat.
Read More

Passing Array Dua Dimensi Pada Method Java

Sama seperti halnya pada passing array satu dimensi pada method, maka ketika anda melakukan passing array dua dimensi pada method, maka referensi array tersebut akan di-passkan pada method.



Untuk lebih jelasnya, lihat contoh program di bawah ini:

import java.util.Scanner;

public class PassingArrayDuaDimensi {
 
 public static void main (String [] args){
  
  //Method buatArray akan mengembalikan array dua dimensi
  //yang sudah dibuat dan myArray ditetapkan sebagai
  //referensi dari array tersebut
  int [][] myArray = buatArray();
  
  //Kemudian jumlah semua elemen pada array tersebut dijumlahkan
  //dengan menggunakan method jumlahElemen()
  System.out.print("Jumlah total seluruh elemen adalah " + jumlahElemen(myArray));
  
 }
 
 //Membuat array 5 x 5 yang diinisialisasi secara random
 //Dengan elemen antara 0-9 menggunakan method buatArray()
 public static int [][] buatArray(){
  
 //Membuat array dua dimensi
   int[][] array2D = new int[5][5];
   
   //For loop bersarang untuk inisialisasi array
   //outer loop
   for (int baris = 0; baris < array2D.length; baris++) {
    
    //inner loop
    for (int kolom = 0; kolom < array2D[baris].length; kolom++) {
     
      //Membuat elemen array dengan angka random
      array2D[baris][kolom] = (int)(Math.random()*10);
      
      //Menampilkan elemen array
      System.out.print(array2D[baris][kolom] + "\t");
    }
    System.out.println();
   }
   return array2D;
 }
 
 //Membuat method untuk menjumlahkan semua elemen array
 public static int jumlahElemen(int array2D [][]){
  
  //inisialisasi jumlah awal
  int jumlahAwal = 0;
  
  //Gunakan for loop untuk menjumlahkan semua elemen
  for (int baris = 0; baris < array2D.length; baris++) {
      //inner loop
      for (int kolom = 0; kolom < array2D[baris].length; kolom++) {
        
        //Menjumlahkan total elemen array
        jumlahAwal += array2D[baris][kolom];
        
      }
  }
  
  return jumlahAwal;
 }
 
}

Contoh output:
2    4    6    1    4   
3    2    7    8    6   
6    3    2    3    4   
0    8    2    6    4   
0    0    0    4    5   
Jumlah total seluruh elemen adalah 90


Tips lainnya adalah program di bawah ini menampilkan array 2 Dimensi yang sudah diinisialisasi dengan for loop dan bisa juga menggunakan method deepToString() dari class Arrays.


public class Array2D {
 
 public static void main(String[] args) {
  
  //Inisialisasi array dua dimensi
  int[][] array2D = {{1, 2, 3, 4}, {5, 6, 7, 8}};
  
  //Menampilkan array dua dimensi dengan for loop
  System.out.println("Menampilkan array 2D dengan"
    + " for loop: ");
  for(int i = 0;i < 2;i++){  
    for(int j = 0; j < 4 ; j++){  
      System.out.print(array2D[i][j] + " ");  
    }  
    System.out.println();  
  }
  
  System.out.println("Menampilkan array 2D dengan"
    + " method deepToString: ");
  
  //Menampilkan array dua dimensi dengan method
  //deepToString dari class Arrays
   System.out.println(java.util.Arrays.deepToString(array2D)); 
   
 }

}

Output:
Menampilkan array 2D dengan for loop:
1 2 3 4
5 6 7 8
Menampilkan array 2D dengan method deepToString:
[[1, 2, 3, 4], [5, 6, 7, 8]]

Trik lainnya adalah anda juga bisa mengambil elemen dari array dua dimensi, atau length dari baris ataupun kolom untuk di jadikan array satu dimensi. Seperti contoh pogram di bawah ini:


public class Array2D {
 
 public static void main(String[] args) {
  
  //Inisialisasi array dua dimensi
  int [][] array2D = {{1, 2, 3, 4}, {5, 6, 7, 8}, {9, 10, 11, 12}};
  
  int [] arrayBaru = ambilElemenArray2D(array2D);
  
  System.out.println("Array baru adalah: " + java.util.Arrays.toString(arrayBaru));
   
 }
 
 public static int [] ambilElemenArray2D(int [][] myArray){
  
  //Membuat array
  int [] array = new int [3];
  //Array pada index 0 adalah elemen pada array dua dimensi pada index [0][0]
  array [0] = myArray [0][0];
  //Array pada index 1 adalah length dari baris array dua dimensi
  array [1] = myArray.length;
  //Array pada index 2 adalah length dari kolom array dua dimensi
  array [2] = myArray[0].length;
  
  return array;
  
 }

}

Output:
Array baru adalah: [1, 3, 4]
Read More

Memahami Proses Pada Array Dua Dimensi Java

Bagaimana Melakukan Proses Pada Array Dua Dimensi?

Seperti halnya pada proses array satu dimensi (array biasa), penggunaan for loop dalam hal ini menjadi aspek yang sangat penting dan harus dikuasai terlebih dahulu. Oleh karena itu, bagi para pemula terlebih dahulu harus memahami mengenai for loop ini.
Proses Pada Array Dua Dimensi - Belajar Java Pemula

Untuk proses pada array dua dimensi, for loop bersarang sering digunakan. Penggunaan for loop bersarang ini dapat melakukan proses untuk insialisasi array oleh user secara manual, inisialisasi array secara random, penjumlahan array,  dan sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa fundamental pengoperasian array dua dimensi dengan menggunakan for loop bersarang (nested for loop) :
  • Menginisialisasi array dengan input dari user.
    Untuk menginisialisasi array dua dimensi kita bisa menggunakan for loop bersarang, sementara itu, untuk memperoleh input dari user kita bisa menggunakan class Scanner.

    import java.util.Scanner;
    
    public class ArrayDuaDimensi {
     
     public static void main (String [] args){
      
      //Membuat array dua dimensi 5 baris dan 4 kolom tipe int
      int[][] array = new int[5][4];
      
      // membuat objek dari class Scanner
      Scanner input = new Scanner(System.in);
      
      //Membuat prompt user untuk memasukkan elemen array
      System.out.println("Masukkan " + array.length + " baris dan " +
      array[0].length + " kolom: ");
      
      
      //For loop bersarang untuk inisialisasi array
      //outer loop
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       //inner loop
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
         array[baris][kolom] = input.nextInt();
       }
      }
      
      System.out.println("Array telah diinisialisasi");
      
      /*
                0   1  2   3
               --------------
       0---     1   2   3    4
       1---     5   6   7    8
       2---     9   10  11  12
       3---     13  14  15  16
       4---     17  18  19  20
    
       */
      
      //Cek elemen array di index [0][0]
      System.out.println("Elemen array di index [0][0] adalah " + array[0][0]);
      
      //Cek elemen array di index [3][2]
      System.out.println("Elemen array di index [3][2] adalah " + array[3][2]);
      
      //Cek elemen array di index [4][3]
      System.out.println("Elemen array di index [4][3] adalah " + array[4][3]);
      
      //Cek length array
      System.out.println("Length array adalah " + array.length);
      
      System.out.println("Length array[0] adalah " + array[0].length);
      System.out.println("Length array[1] adalah " + array[1].length);
      System.out.println("Length array[2] adalah " + array[2].length);
      System.out.println("Length array[3] adalah " + array[3].length);
      System.out.println("Length array[4] adalah " + array[4].length);
      
     } 
    }
    

    Contoh Output :
    Masukkan 5 baris dan 4 kolom: 
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11
    12
    13
    14
    15
    16
    17
    18
    19
    20
    Array telah diinisialisasi
    Elemen array di index [0][0] adalah 1
    Elemen array di index [3][2] adalah 15
    Elemen array di index [4][3] adalah 20
    Length array adalah 5
    Length array[0] adalah 4
    Length array[1] adalah 4
    Length array[2] adalah 4
    Length array[3] adalah 4
    Length array[4] adalah 4
    
  • Menginisialisasi Array Dengan Angka Random Dan Kemudian Menampilkan Array Tersebut.
Disini array diinisialisasi secara random dengan elemen int antara 0 - 99. Untuk membuat angka random menggunakan method static yaitu random( ) dari class Math.

public class ArrayDuaDimensiRandom {
 
 public static void main (String [] args){
  
  //Membuat array dua dimensi
  int[][] array = new int[5][4];
  
  //For loop bersarang untuk inisialisasi array
  
  //outer loop
  for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
   
   //inner loop
   for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
     //Membuat elemen array dengan angka random
     array[baris][kolom] = (int)(Math.random()*100);
     System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
   }
   System.out.println();
  }
  
  System.out.println("Array telah diinisialisasi secara random");
  System.out.println();
  //Cek elemen array di index [0][0]
  System.out.println("Elemen array di index [0][0] adalah " + array[0][0]);
  
  //Cek elemen array di index [3][2]
  System.out.println("Elemen array di index [3][2] adalah " + array[3][2]);
  
  //Cek elemen array di index [4][3]
  System.out.println("Elemen array di index [4][3] adalah " + array[4][3]);
  System.out.println();
  //Cek length array
  System.out.println("Length array adalah " + array.length);
  
  System.out.println("Length array[0] adalah " + array[0].length);
  System.out.println("Length array[1] adalah " + array[1].length);
  System.out.println("Length array[2] adalah " + array[2].length);
  System.out.println("Length array[3] adalah " + array[3].length);
  System.out.println("Length array[4] adalah " + array[4].length);
  
 } 
}

Contoh Output:

54 38 40 48 
51 13 5  1 
50 1  98 49 
29 83 45 75 
0  60 61 81 
Array telah diinisialisasi secara random

Elemen array di index [0][0] adalah 54
Elemen array di index [3][2] adalah 45
Elemen array di index [4][3] adalah 81

Length array adalah 5
Length array[0] adalah 4
Length array[1] adalah 4
Length array[2] adalah 4
Length array[3] adalah 4
Length array[4] adalah 4

  • Membuat elemen array secara random kemudian menjumlahkannya.

    Untuk menjumlahkan semua elemen array dua dimensi, maka kita pertama-tama menginisialisasi variabel  jumlahTotal ke 0. Kemudian setelah elemen ditetapkan secara random, melalui for loop bersarang kita bisa  menghitung jumlah total elemen array.


  • public class PenjumlahanArrayDuaDimensi {
      
      public static void main (String [] args){
       
       //Membuat array dua dimensi
       int[][] array = new int[5][4];
       
       //For loop bersarang untuk inisialisasi array
       
       //Inisialisasi jumlah total di nol
       int jumlahTotal = 0;
       
       //outer loop
       for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
        //inner loop
        for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
         
          //Membuat elemen array dengan angka random
          array[baris][kolom] = (int)(Math.random()*100);
          
          //Menampilkan elemen-elemen array tersebut
          System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
          
          //Menjumlahkan total elemen array
          jumlahTotal += array[baris][kolom];
          
        }
        
        System.out.println();
        
       }
       System.out.println("Array telah diinisialisasi secara random");
       System.out.println();
       
       //menampilkan jumlah total elemen array
       System.out.println("Jumlah total elemen array adalah " + jumlahTotal);
       
       
       System.out.println();
       //Cek elemen array di index [0][0]
       System.out.println("Elemen array di index [0][0] adalah " + array[0][0]);
       
       //Cek elemen array di index [3][2]
       System.out.println("Elemen array di index [3][2] adalah " + array[3][2]);
       
       //Cek elemen array di index [4][3]
       System.out.println("Elemen array di index [4][3] adalah " + array[4][3]); 
       
      } 
    }
    

    Contoh output:
    58 63 72 89 
    97 48 91 78 
    7  85 90 72 
    19 57 82 26 
    52 40 75 11 
    Array telah diinisialisasi secara random
    
    Jumlah total elemen array adalah 1212
    
    Elemen array di index [0][0] adalah 58
    Elemen array di index [3][2] adalah 82
    Elemen array di index [4][3] adalah 11
    

  • Membuat elemen array secara random kemudian menghitung jumlah elemennya per-kolom.
    Di bawah ini adalah contoh menghitung elemen array dalam setiap kolom, di mana array telah diinisialisasi secara random terlebih dahulu.


  • public class PenjumlahanKolomArrayDuaDimensi {
     
     public static void main (String [] args){
      
      //Membuat array dua dimensi
      int[][] array = new int[5][4];
      
      //For loop bersarang untuk inisialisasi array
    
      //outer loop
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       
       //inner loop
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
        
        //Membuat elemen array dengan angka random
        array[baris][kolom] = (int)(Math.random()*100);
        
         System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
        
       }  
       
       
       System.out.println();
      }
      System.out.println();
      System.out.println("Array telah diinisialisasi secara random");
      System.out.println();
      
      System.out.println("Sekarang jumlah tiap kolom akan di hitung :");
      
      //Nested loop untuk menghitung jumlah elemen per-kolom
      
      for (int kolom = 0; kolom < array[0].length; kolom++) {
       int total = 0;//inisialisasi jumlah total elemen per-kolom
       
       for (int baris = 0; baris < array.length; baris++)
        total += array[baris][kolom];
        System.out.println("Jumlah untuk kolom " + kolom + " adalah "
          + total);
       
      }
     } 
    }
    

    Contoh output:
    54 78 32 74 
    53 67 97 88 
    36 48 45 77 
    93 25 83 86 
    51 47 76 39 
    
    Array telah diinisialisasi secara random
    
    Sekarang jumlah tiap kolom akan di hitung :
    Jumlah untuk kolom 0 adalah 287
    Jumlah untuk kolom 1 adalah 265
    Jumlah untuk kolom 2 adalah 333
    Jumlah untuk kolom 3 adalah 364
    

    • Membuat elemen array secara random dan menghitung jumlah elemen setiap baris.
    Di bawah ini adalah contoh menghitung elemen array dalam setiap baris, di mana array telah diinisialisasi secara random terlebih dahulu.

    public class PenjumlahanBarisArrayDuaDimensi {
     
     public static void main (String [] args){
      
      //Membuat array dua dimensi
      int[][] array = new int[5][4];
      
      //For loop bersarang untuk inisialisasi array
    
      //outer loop
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       
       //inner loop
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
        
        //Membuat elemen array dengan angka random
        array[baris][kolom] = (int)(Math.random()*100);
        
         System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
        
       }  
       
       
       System.out.println("");
      }
      System.out.println();
      System.out.println("Array telah diinisialisasi secara random");
      System.out.println();
      
      System.out.println("Sekarang jumlah tiap baris akan di hitung :");
      
      //Nested loop untuk menghitung jumlah elemen per-baris
      
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       int total = 0;//inisialisasi jumlah total elemen per-baris
       
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++)
        total += array[baris][kolom];
        System.out.println("Jumlah untuk baris " + baris + " adalah "
          + total);
       
      }
     } 
    }
    

    Contoh output:
    80 87 51 21 
    74 47 90 78 
    54 45 77 47 
    28 3  81 78 
    64 44 64 24 
    
    Array telah diinisialisasi secara random
    
    Sekarang jumlah tiap baris akan di hitung :
    Jumlah untuk baris 0 adalah 239
    Jumlah untuk baris 1 adalah 289
    Jumlah untuk baris 2 adalah 223
    Jumlah untuk baris 3 adalah 190
    Jumlah untuk baris 4 adalah 196
    
    • Menentukan baris dengan jumlah elemen terbesar pada array.
      Di bawah ini adalah contoh untuk menentukan pada baris di mana jumlah maksimum array berada,  setelah array telah diinisialisasi secara random terlebih dahulu.

    public class BarisMax {
     
    public static void main (String [] args){
      
      //Membuat array dua dimensi
      int[][] array = new int[5][4];
      
      //For loop bersarang untuk inisialisasi array
    
      //outer loop
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       
       //inner loop
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
        
        //Membuat elemen array dengan angka random
        array[baris][kolom] = (int)(Math.random()*100);
        
         System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
        
       }  
       
       System.out.println("");
      }
      System.out.println();
      System.out.println("Array telah diinisialisasi secara random");
      System.out.println();
      
      System.out.println("Sekarang jumlah tiap baris akan di hitung :");
      
      /*
       Menggunakan variabel barisMaximum dan indexBarisMaximum
       untuk melacak jumlah terbesar dan index baris tersebut.
       Untuk setiap baris, hitung jumlah elemennya dan update
       barisMaximum dan indexBarisMaximum jika jumlah baris yang
       baru lebih besar.
      */
      
      int barisMaximum = 0;
      int indexBarisMaximum = 0;
      
      //Mendapatkan jumlah dari baris pertama dalam barisMaximum
      for (int kolom = 0; kolom < array[0].length; kolom++) {
       barisMaximum += array[0][kolom];
       }
      
      for (int baris = 1; baris < array.length; baris++) {
       int totalBarisIni = 0;//Inisialisasi jumlah total baris ini di nol
       
       //Menghitung jumlah total baris ini
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++)
        totalBarisIni += array[baris][kolom];
       
       //update barisMaximum dan indexBarisMaximum jika jumlah
       //baris yang baru lebih besar
       if (totalBarisIni > barisMaximum) {
        barisMaximum = totalBarisIni;
        indexBarisMaximum = baris;
        }
       }
      
      System.out.println("Baris " + indexBarisMaximum
        + " memiliki jumlah maksimum yaitu " + barisMaximum);
      }
    
    }
    

    Contoh output:
    54 52 89 87 
    13 53 23 27 
    87 74 65 39 
    18 23 54 12 
    80 21 54 66 
    
    Array telah diinisialisasi secara random
    
    Sekarang jumlah tiap baris akan di hitung :
    Baris 0 memiliki jumlah maksimum yaitu 282
    
    • Random shuffling pada array dua dimensi.
      Random shuffling untuk array dua dimensi dilakukan menggunakan for loop yaitu untuk setiap elemen array[baris][kolom] menghasilkan index barisl dan koloml, kemudian menukar array[baris][kolom] dengan array[barisl][koloml], sebagai berikut :

    public class RandomShufflingArrayDuaDimensi {
     
     public static void main (String [] args){
      
      //Membuat array dua dimensi
      int[][] array = new int[5][4];
      
      //For loop bersarang untuk inisialisasi array
      
      //outer loop
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       
       //inner loop
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
         
        //Membuat elemen array dengan angka random
         array[baris][kolom] = (int)(Math.random()*100); 
         System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
    
       }
       System.out.println();
      }
      
      System.out.println("Setelah dilakukan random shuffling: ");
      
      //for loop bersarang untuk random shuffling element array
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
        
        int baris1 = (int)(Math.random() * array.length);
        int kolom1 = (int)(Math.random() * array[baris].length);
        int temp = array[baris][kolom];
        array[baris][kolom] = array[baris1][kolom1];
        array[baris1][kolom1] = temp;
        
        }
       
       }
      
      //Menampilkan array setelah elemennya di random shuffling 
      for (int baris = 0; baris < array.length; baris++) {
       
       //inner loop
       for (int kolom = 0; kolom < array[baris].length; kolom++) {
         //Membuat elemen array dengan angka random
        
         System.out.print(array[baris][kolom] + "\t");
    
       }
       System.out.println();
      }
       
     }
    }
    

    Contoh output:
    86 69 89 1 
    86 64 71 92 
    39 0  15 65 
    94 19 39 81 
    1  59 83 8 
    Setelah dilakukan random shuffling: 
    65 92 94 1 
    89 1  69 86 
    15 19 64 39 
    8  83 81 59 
    39 71 86 0
    
    Read More